BANTUL,iNewssleman.id - Sampah masih menjadi permasalahan pelik di Kota Yogyakarta. Keterbatasan kuota Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan membuat banyak muncul tumpukan sampah di kota Yogyakarta.
Prihatin dengan kondisi ini, dosen dan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun Akademik 2023 gelombang 1 dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menggelar pengabdian masyarakat (Abdimas) di Desa Monggang Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menggelar pelatihan pembuatan Ecobrick sebagai salah satu solusi mengatasi sampah di lingkungan.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari acara Projek Kepemimpinan untuk mengembangkan soft skill mahasiswa PPG,” kata Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Irham Taufiq, Senin (20/5/2024).
Menurutnya, ecobrick adalah salah satu metode yang efektif untuk mengurangi volume sampah plastik dengan cara mengisinya ke dalam botol plastik bekas. Ecobrik bisa digunakan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan.
Dosen dan mahasiswa juga memberikan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Warga bisa memilah sampah plastik dan memanfaatkannya menjadi berbagai benda yang bermanfaat.
“Kampus komitmen untuk mendukung lingkungan yang bersih bebas dari sampah,” ujarnya.
Editor : Wisnu Aji