Sukses Rehabilitasi DAS Menoreh, BEK Ciptakan Warisan Hijau

Konsep pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui keterlibatan langsung Kelompok Tani Hutan (KTH). Sebanyak 1.921 petani tergabung dalam 32 KTH dari 17 desa/kelurahan di delapan kecamatan, terlibat aktif dalam program ini.
“Tingkat keberhasilan penanaman mencapai 100 persen yang artinya seluruh tanaman yang dikelola petani berstatus hidup dan tumbuh aktif,” katanya.
Hasil ini menunjukkan keberhasilan BEK dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, mengelola aspek sosial-ekonomi, dan membangun kelembagaan masyarakat. Program ini diawlai dengan membagikan bibit, bimbingan teknis, serta pelatihan budidaya bagi petani dalam perjalanan penyiapan, penanaman, hingga pascapanen.
Setidaknya, ada 109.853 batang tanaman produktif yang ditanam dan dikelola petani. Pohon buah premium seperti alpukat, durian, kelengkeng, petai, mangga, dan manggis, kini sudah dapat dinikmati.
Direktur ITM, Ignatius Wurwanto, mengapresiasi kerja sama multistakeholder yang sudah berjalan sejak program ini diinisiasi pada November 2021. Pendekatan agroforestry yang dijalankan diharapkan dapat mendukung pelestarian lingkungan sekaligus ketahanan pangan.
“Hal ini sejalan dengan Asta Cita yang diusung Pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Wurwanto.
Editor : Wisnu Aji