Berperan dalam Pendidikan Global, Pondok Shabran UMS Kirim Mahasantri ke Kamboja

AW Wibowo
Mahasantri Shabran UMS, Azizi saat mengajar di SEPAMA, Krouch Chhmar, Kamboja. Foto: Ist.

Dalam kesehariannya, Azizi mengajar di sekolah dari pagi hingga sore. Setelah maghrib, ia mengajar ibu-ibu, menjadi imam shalat tarawih, serta membimbing kelas membaca Al-Qur'an untuk ibu-ibu. 

Pengalaman berkesan ia rasakan dalam hal pendidikan. Menurutnya, sistem pendidikan di Kamboja masih tertinggal jika dibandingkan dengan Indonesia. Ia menggambarkan pendidikan di sana masih setara dengan kurikulum KTSP yang dulu pernah diterapkan di Indonesia.

Masyarakat Kamboja merespons baik kehadiran Azizi dalam program pengabdian ini. Ia mengaku sering diminta menjadi imam salat di masjid dan mendapat sambutan ramah dari warga, meskipun terkadang ia mengalami kendala dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asli Kamboja, bahasa Khmer.

Azizi melihat manfaat dan peluang besar tenaga pengajar asal Indonesia di sekolah tempat ia bertugas. Di sekolah tersebut, terdapat mata pelajaran bahasa Indonesia yang membutuhkan guru dari Indonesia.

“Harapannya, program pengabdian ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Saat ini, saya merupakan angkatan ketiga sekaligus angkatan terakhir yang dikirim ke sekolah ini,” katanya.

Pelajaran berharga yang ia dapatkan dari pengabdian ini adalah kemandirian serta tantangan dalam mempelajari bahasa baru. Ia juga bercita-cita membuka beasiswa bagi masyarakat Kamboja agar dapat melanjutkan pendidikan ke Indonesia.
 

Editor : AW Wibowo

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network