Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Bambang Sutrisno mengatakan, program padat karya tetap akan dilaksanakan. Jika biasa dilaksanakan mulai triwulan pertama, tahun ini agak mlor di triwulan kedua.
“Dampak efisiensi kemarin, jadinya harus dipending. Tetapi akan kami laksanakan di triwulan kedua ini,” katanya.
Program padat karya sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi salah satu prioritas untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Tahun ini ada 29 titik dengan nilai masing-masing Rp100 juta.
“Tahun ini ada 29 lokasi dengan nilai Rp2,9 miliar. Tahun kemarin sampai 53 lokasi. APBD kita juga turun,” katanya.
Editor : Wisnu Aji
Artikel Terkait